Pada zaman dahulu manusia melakukan kegiatan jual beli dengan melakukan barter atau saling tukar barang. Namun karena sulit dan merepotkan dibuatlah alat tukar yang disebut uang barang. Maksudnya adalah barang-barang berharga yang dapat berfungsi sebagai alat tukar. Cara ini pun tidak praktis karena barang berharga dapat berukuran besar. Akhirnya diciptakanlah uang yang kita kenal saat ini. Uang merupakan alat tukar yang sah. Uang berguna bagi setiap orang. Seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya membeli barang dengan uang.
Uang dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu
1. Uang kartal
Uang kartal berupa uang kertas dan uang logam yang langsung dapat digunakan untuk kegiatan jual beli. Uang jenis ini yang pling banyak dipakai oleh masyarakat luas.
2. Uang giral
Uang giral yaitu alat penukar dalam bentuk surat-surat berharga atau surat-surat penting. Contoh uang giral adalah cek, giro, wesel dan polis.
Mata uang yang berlaku sah di negara kita Indonesia adalah Rupiah. Rupiah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Bank Indonesia. Sedangkan yang membuat dan mencetak adalah Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).
Ciri-ciri uang kertas
1. Berbentuk persegi panjang
2. Di bagian atas bertuliskan Bank Indonesia
3. Ada tanda tangan gubernur Bank Indonesia
4. Bertuliskan besarnya nilai uang
5. Di sudut ada gambar lambang negara Garuda Pancasila
Ciri-ciri uang logam
1. Berbentuk bundar
2. Bertuliskan bank indonesia
3. Bertuliskan besarnya nilai uang
4. Bertuliskan tahun pembuatan
5. Sisi lingkaran timbul
Keunggulan dari uang kertas adalah praktis walaupun dalam jumlah yang banyak namun tidak tahan lama dan mudah rusak. Sedangkan uang logam tahan lama namun sangat berat bila membawa dalam jumlah yang banyak.
Informasi Seputar Pendidikan dan Loker Guru Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan Sosial. Tampilkan semua postingan
Perbedaan dan ciri-ciri uang asli dan palsu
Perbedaan dan ciri-ciri uang asli dan palsu – Adakalanya kita tidak sengaja memiliki uang palsu. Ini bisa saja dari kembalian belanja atau hutang yang uangnya tidak kita teliti dulu sebelum diterima. Kalau mau dibelanjakan kembali biasanya agak sedikit susah. Saat ini kebanyakan warung sudah punya lampu ultraviolet untuk mendeteksi uang. Kalau dicurigai tidak asli, pembayaran akan ditolak dan meminta pakai uang yang lain.
Bila kita mendapat uang palsu, hal yang disarankan adalah kita menyerahkan ke Bank Indonesia. Di sana dijadikan bukti guna penyelidikan sekaligus untuk menghentikan peredaraan upal. Namun, jangan harap kita akan mendapatkan ganti uang asli dengan jumlah nominal yang sebanding, sepeserpun mereka tidak akan kasih. Wah rugi dong?Iya, masih mending menukar uang rusak, asal masih dikenali keasliannya masih dapat ganti uang baru dengan jumlah yang sama.
Jika tetap nekat ingin buat belanja, kalau ketahuan justru bahaya. Kita bisa dianggap menyedarkan uang palsu. Tau sendiri dong yang kayak gini ada hukumannya. Maka dari itu jalan satu-satunya adalah kita meneliti dulu sebelum menerima uang dari siapapun. Kalau dicurigai tidak asli, sebaiknya kita jangan menerimanya. Nah untuk bisa melakukan hal itu semua, kita perlu pengetahuan cara mengenali perbedaan keduanya. Kalau perlu kita hafal ciri-ciri uang asli dan palsu. Berikut inilah uangindonesia.com akan coba membantu menjelaskannya.
Perbedaan uang asli dan palsu
Uang (khususnya rupiah) akan dinyatakan asli dan sah buat pembayaran kalau uang tersebut dicetak, diterbitkan, dan diatur perederaannya oleh bank sentral. Dalam hal ini di Indonesia ialah Bank Indonesia. Mungkin benar, dulu ada negara yang Bank Sentralnya belum mampu cetak uang sendiri. Kemudian minta pihak lain dari luar untuk membantu cetak uang. Namun nanti peredaraannya uang tersebut akan tetap diatur oleh bank sentral. Kalau kasusnya seperti ini, uang itu akan tetap dinyatakan asli dan sah digunakan untuk transaksi.
Sedangkan uang palsu adalah uang yang dicetak oleh orang atau kelompok yang tidak diberi wewenang oleh bank sentral. Uang yang dicetak sengaja dibikin semirip mungkin dengan yang sudah ada (asli) dengan maksud biar bisa digunakan dan diterima masyarakat untuk transaksi.
Secanggih apapun alat yang digunakan oleh pembuat uang palsu, biasanya tetap saja hasilnya tidak akan sama persis. Apalagi uang asli dibikin dengan metode dan teknik tertentu yang gunanya memang untuk menjaga keasliannya. Apa saja perbedaannya? Silakan baca sampai habis.
Ciri-ciri uang asli dan palsu
Cara yang paling gampang untuk mengenali ciri-ciri uang asli dan palsu adalah dengan rusus 3D. Rumus ini memang sudah lama dan banyak orang yang sudah tau. Yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Dilihat.
Ciri-ciri uang asli:
Ciri-ciri uang asli:
- Warna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah.
- Bagian kiri bawah ada optical variabel x.
- Dicetak dengan tinta pigment khusus yang mana bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut pandang berbeda.
- Benang pengaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata.
Ciri-ciri uang palsu:
- Warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli.
- Tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain.
- Begitu juga benang pengamannya, warna tetap meski dilihat dari berbagai sudut.
Diraba.
Ciri-ciri uang asli:
Ciri-ciri uang asli:
- Kertas terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek.
- Lambang negara ada tekstur kasar.
- Tekstur kasar (permukaan timbul) pada uang asli terbentuk dari kertasnya.
Ciri uang palsu:
- Terbuat dari kertas tipis dan mudah lecek seperti koran.
- Lambang negara tidak ada tekstur.
- Tekstur kasar terbuat dari tinta sablon, bukan berdasarkan kertasnya.
Diterawang.
Ciri-ciri uang asli:
Ciri-ciri uang asli:
- Terlihat tanda air yang menggambarkan sosok pahlawan.
- Gambar tersebut satu dan tidak berlawanan.
- Gambar terlihat timbul berdasarkan kertasnya.
- Gambar permukaan depan dan belakang saling mengisi (rectoverso)
Uang palsu:
- Tanda air gambar pahlawan berlawanan.
- Tanda air tersebut permukaannya tidak ada tekstur timbul.
- Gambar permukaan depan dan belakang tidak saling mengisi bahkan cenderung berantakan.
Demikian perbedaan dan ciri-ciri uang asli dan palsu yang bisa kita kenali dengan mudah tanpa menggunakan alat tambahan. Semoga bermanfaat dan bisa membuat kita mencegah gampang menerima uang palsu karena nanti ujung-ujungnya kita sendiri yang rugi.
PENGELOLAAN UANG - IPS KELAS 3 SD
1. Kegunaan uang :
Uang sebagai alat tukar
Uang untuk menghitung kekayaan
Uang untuk membayar utang
Uang untuk mengukur nilai barang
2. Uang sebagai alat tukar artinya uang bisa digunakan untuk membeli dan menjual barang.
3. Uang dijadikan sebagai alat untuk membayar utang karena nilai uang tidak berubah.
4. Cara mengelola uang:
Memilah (membedakan) kebutuhan dan keinginan
Mengatur uang saku
Menabung
5. Barang yang kita pakai dapat dibedakan menjadi barang yang kita butuhkan dan kita inginkan.
6. Kebutuhan adalah sesuatu yang pemenuhannya tidak dapat ditunda (bersifat memaksa).
7. Keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki oleh manusia dan tidak harus dipenuhi.
8. Kebutuhan dasar manusia ada tiga yaitu, sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (rumah).
9. Meskipun kebutuhan dasar orang sama, tetapi manusia memiliki kebutuhan lain yang berbeda-beda.
10. Agar tahu berapa banyak uang yang kita keluarkan, sebaiknya kita membuat catatan pengeluaran.
11. Sisa uang = jumlah uang yang diterima – jumlah uang yang dikeluarkan.
12. Menabung bisa kita lakukan di celengan atau bank.
13. Manfaat menabung:
Kita belajar untuk berjuang mendapatkan apa yang kita inginkan
Kita belajar bersabar
Kita belajar untuk bisa menahan diri
Kita dapat membeli barang yang kita inginkan
14. Menabung di bank lebih aman karena uang kita dijamin oleh pemerintah.
Uang sebagai alat tukar
Uang untuk menghitung kekayaan
Uang untuk membayar utang
Uang untuk mengukur nilai barang
2. Uang sebagai alat tukar artinya uang bisa digunakan untuk membeli dan menjual barang.
3. Uang dijadikan sebagai alat untuk membayar utang karena nilai uang tidak berubah.
4. Cara mengelola uang:
Memilah (membedakan) kebutuhan dan keinginan
Mengatur uang saku
Menabung
5. Barang yang kita pakai dapat dibedakan menjadi barang yang kita butuhkan dan kita inginkan.
6. Kebutuhan adalah sesuatu yang pemenuhannya tidak dapat ditunda (bersifat memaksa).
7. Keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki oleh manusia dan tidak harus dipenuhi.
8. Kebutuhan dasar manusia ada tiga yaitu, sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (rumah).
9. Meskipun kebutuhan dasar orang sama, tetapi manusia memiliki kebutuhan lain yang berbeda-beda.
10. Agar tahu berapa banyak uang yang kita keluarkan, sebaiknya kita membuat catatan pengeluaran.
11. Sisa uang = jumlah uang yang diterima – jumlah uang yang dikeluarkan.
12. Menabung bisa kita lakukan di celengan atau bank.
13. Manfaat menabung:
Kita belajar untuk berjuang mendapatkan apa yang kita inginkan
Kita belajar bersabar
Kita belajar untuk bisa menahan diri
Kita dapat membeli barang yang kita inginkan
14. Menabung di bank lebih aman karena uang kita dijamin oleh pemerintah.
Langganan:
Postingan (Atom)